Februari 23, 2017

Mualem-Irwandi 'Cinta Satu Malam'?

Februari 23, 2017
Mualem-Irwandi 'Cinta Satu Malam'? - Serambi Indonesia edisi 23 Februari 2017 merilis berita yang sangat mengejutkan. Lihat Mualem-Irwandi Kini Bersatu. Dalam berita, Keduanya sepakat menyerahkan sepenuhnya keputusan hasil Pilkada 2017 kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Sebelumnya, keduanya saling 'bertempur' merebut kursi nomor satu untuk Aceh. Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem maju sebagai calon Gubernur didampingi oleh T. A. Khalid sebagai Wakil Gubernur. Sedang Irwandi Yusuf didampingi Nova Iriansyah maju sebagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Simak juga Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017

Mualem-Irwandi Cinta Satu Malam?
Mualem-Irwandi Berjabat Tangan (Sumber : serambinews.com)

Hasil pencoblosan sementara yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui laman www.pilkada2017.kpu.go.id sudah terlihat siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Aceh selanjutnya. Dalam hasil sementara tersebut, Irwandi-Nova lebih unggul dari pada Mualem-TA Khalid.

Kini, setelah "berperang" untuk merebut hati rakyat Aceh, Mualem-Irwandi kembali bersatu. Bersatu untuk membangun Aceh dan menghormati apapun hasil Pemilukada nantinya yang akan di Plenokan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh selaku penyelenggara Pemilukada di Aceh.

Kekalahan Mualem dalam Pemilukada 2017 Aceh, dikhawatirkan banyak pihak akan membuat suasana Aceh kembali bergolak. Namun, hal tersebut ditepis dengan adanya pertemuan antara Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf di sebuah rumah kawasan Kampung Pineung, Banda Aceh pada Rabu 22 Februari 2017.

Dalam pertemuan tersebut, Irwandi yang juga mantan Gubernur Aceh berjanji, setelah nantinya dilantik sebagai gubernur, ia akan duduk bersama dengan para mantan calon gubernur untuk sharing pemikiran tentang membangun Aceh. Mualem juga menyatakan akan akan membantu memberikan yang terbaik.

Pertanyaan selanjutnya adalah akankah pertemuan Mualem-Irwandi hanya akan menjadi cinta satu malam?

Melihat pemberitaan Modus.co dengan judul Terkait Makan Siang Bersama Irwandi, Mualem: Itu Hanya Pertemuan Biasa, Proses Pilkada Tetap Jalan. Dalam berita tersebut, calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menegaskan pertemuan dirinya dengan Irwandi Yusuf tidak ada deal politik apapun. Termasuk mengakui, apalagi mengucapkan selamat.

Bahkan, Mualem meminta kepada tim di lapangan, jangan terpengaruh dengan isu dan propaganda melalui media pers atau media sosial (medsos) yang mendukung salah satu Paslon. Mualem juga meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir pertemuan tersebut.

Membaca dua berita tersebut, tentu sudah ada kesimpulan tersendiri. Apakah Mualem-Irwandi hanya akan menjadi cinta satu malam sebagaimana lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melinda atau akan seperti lagu yang dinyanyikan oleh Yuni Shara feat Raffi Ahmad dengan judul 50 Tahun Lagi. Mualem-Irwandi 'Cinta Satu Malam'?

Februari 22, 2017

Pola Mandi untuk Pemberantasan Korupsi

Februari 22, 2017
Pola Mandi untuk Pemberantasan Korupsi - Disaat genderang perang telah ditabuhkan, korupsi terus saja terjadi, apalagi kalau kita hanya berdiam diri. Tentu akan semakin menjalar dan merusak seluruh tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

-----

Indonesia merupakan salah satu negara yang hingga saat ini belum mampu melepaskan dirinya cengkraman korupsi. Meskipun berbagai aturan perundang-undangan telah ditetapkan dan berbagai lembaga dibentuk tapi "penyakit" pemerintahan ini belum mampu dimusnahkan dari negeri ibu pertiwi.

Simak juga tulisan sebelumnya : Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi
Pola Mandi untuk Pemberantasan Korupsi
Pola Mandi untuk Pemberantasan Korupsi

Berdasarkan penilaian Transparency International (TI), Indonesia memang tidak masuk dalam 10 negara terkorup, tapi bukan berarti kita berpuas diri dengan prestasi ini. Korupsi ibarat kanker, kalau tidak segera disembuhkan tentu akan menjalar dan bahkan menjadi penyakit akut yang mematikan.

Memberantas korupsi tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Lihat saja, berapa banyak sudah para pelaku korupsi yang divonis bersalah, tapi perilaku oknum "merampok" uang negara terus bermunculan. Ibarat jamur di musim hujan, semakin diberantas, semakin banyak kasus-kasus lain bermunculan dengan modus dan tempat yang berbeda.

Pertanyaannya, apakah kita harus menyerah dan menikmati keadaan? Jawabannya tentu tidak. Disaat genderang perang telah ditabuhkan, korupsi terus saja terjadi, apalagi kalau kita hanya berdiam diri. Tentu akan semakin menjalar dan merusak seluruh tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Jika kita mau, memberantas korupsi itu sangat sederhana dengan catatan semua kita mau bertindak. Dalam memberantas musuh bersama ini, sebenarnya kita dapat menggunakan filosofi mandi.

Pertama, ketika mandi, kita selalu mandi sendiri-sendiri. Kalau beramai-ramai tentu bukan mandi namanya. Bisa jadi berenang atau berendam bersama. Ini artinya, memberantas korupsi harus diawali dari diri sendiri. Kalau kita sudah memulai, kita juga harus bisa memberi contoh kepada yang lain. Misal seorang ayah, memastikan dirinya benar-benar terbebas dari korupsi. Setelah melanjutkan ke lingkungan keluarga, istri dan anak.

Ibarat bisnis multi level marketing. Kita harus mampu mengajak orang lain untuk ikut serta dalam barisan kita. Tentu orang tidak akan mau ikut bisnis kita, jika kita saja belum sukses. Begitu juga pemberantasan korupsi, kalau kita sendiri belum mampu membuktikan bahwa kita benar-benar antikorupsi, mana mungkin orang lain akan ikut bersama kita. Intinya, pemberatasan korupsi harus diawali dari diri sendiri.

Kedua, jika kita mandi tentu diawali menyiram dari atas. Menyiram air dari kepala hingga berakhir dikaki. Tentu sangat tidak masuk akal, jika ada yang mandi menyiram air dari kaki hingga turun ke kepala. Kalau pun ada, itu misteri yang harus diungkapkan. Kembali lagi ke topik. Menyiram air dimulai dari kepa hingga turun ke kaki artinya pemberantasan korupsi harus dimulai dari atasan.

Kalau saja atasan korup, walaupun tidak semua, bawahannya juga pasti akan korup, meskipun kecil-kecilan. Disini sebenarnya dibutuhka keseriusan atasan, baik atas dilevel negara maupun atasan dilevel keluarga. Para atasan harus menjadi suri tauladan bagi bawahannya, karena sangat tidak mungkin bawahan menjadi suri tauladan bagi atasannya.

Kesimpulannya adalah memberantas korupsi harus diawali dari diri sendiri barulah ditularkan ke yang lain. Memberantas korupsi juga harus dimulai dari pemimpin barulah diikuti oleh orang-orang yang dipimpinnya. Kalau hal ini kita mulai, korupsi yang kian akut dinegeri ini secara perlahan akan dapat diminimalisir. Pola Mandi untuk Pemberantasan Korupsi

-----

Tulisan ini sudah pernah di publish Vebma.com, sila lihat kembali di Filosofi Mandi untuk Pemberantasan Korupsi

Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017

Februari 22, 2017
Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017 - Hari pencoblosan serentak untuk penetuan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota di Aceh telah selesai dilaksanakan. Meskipun belum ada hasil final yang dikeluarkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan Kabupaten/Kota, tapi sebagian pendukung dan simpatisan pasangan calon nomor urut tertentu sudah merasa panik.
Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017
Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017

Kepanikan ini terutama 'melanda' pendukung dan simpatisan yang merasa pasangan yang mereka jagokan kalah saing dengan pasangan calon lain. Hasil sementara yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui www.pilkada2017.kpu.go.id memang sudah terlihat siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Aceh berikutnya.

Kepanikan ini bisa jadi timbul karena pendukung dan simpatisan pasangan nomor urut tertentu belum pernah merasakan kekalahan selama mengikuti pilkada atau bisa juga tidak siap menerima kekalahan dari 'pertarungan' merebut tahta kepemimpinan. Nah, untuk meredam sedikit kepanikan, adanya baiknya mendengar tembang dari Apache 13 dengan judul Bek Panik. Berikut cuplikannya



Putoh cinta Nyan biasa
Patah hate Ka teunte na
Tapi Bek teuba ba Dalam susah
Harus beudoeh Beumeubah Meulangkah

Manusia Koen jih sidroe
Mantoeng rame Dalam bumoe
Gadoeh sidroe Na siploeh droe
Mantong rame Makhluk jomblo

Bek ka pike Hana laen
Seubab jodoh Ka teunte na

Bek panik Bek panik
Yang ka jioeh bah le jioeh
Yang goloem na bek ka preh troeh
Bek panik bek panik

Nyoe ka pisah mita gantoe
Bek harap bang ureung sidroe
Bek panik

Manusia Koen jih sidroe
Mantoeng rame Dalam bumoe
Gadoeh sidroe Na siploeh droe
Mantong rame Makhluk jomblo

Bek ka pike Hana laen
Seubab jodoh Ka teunte na

Bek panik Bek panik
Yang ka jioeh bah le jioeh
Yang goloem na bek ka preh troeh
Bek panik bek panik

Nyoe ka pisah mita gantoe
Bek harap bang ureung sidroe
Bek panik

Intinya, masyarakat umum berharap agar kepanikan segelintir orang tidak membuat masyarakat lain dibuat bingung. Bek Panik Tanggapi Hasil Pilkada 2017

Februari 21, 2017

Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi

Februari 21, 2017
Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi - Transparansi informasi publik merupakan pra syarat untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari tindak pidana korupsi. Transparansi informasi bukan saja menjadi mandat rezim reformasi, tapi lebih dari pada itu. Transparansi informasi menjadi bagian untuk mewujudkan demokrasi yang seutuhnya, bukan hanya prosedural semata. Sehingga transparansi informasi bukanlah hal yang bisa ditawar-tawar.
Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi
Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi

Ditetapkan dan diberlakukannya UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. UU ini menjadi acuan, bukan hanya bagi pemerintah, tapi juga menjadi referensi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang merupakan hak bagi setiap individu. Dalam aturan ini juga ditetapkan batasan-batasan informasi yang berhak diakses oleh masyarakat.

Sejak diberlakukan UU ini pada Mei 2010, telah banyak perubahan yang didapat. Informasi yang selama ini dianggap rahasia sudah dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Seperti informasi anggaran daerah, keputusan-keputusan pemerintah. Ditambah lagi beberapa perangkat untuk menunjang keterbukaan informasi publik, seperti Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, Daftar Informasi Publik, Komisi Informasi Publik telah disiapkan oleh Pemerintah.

Pun demikian, implementasi aturan tentang keterbukaan informasi publik ini belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Beberapa pengalaman Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan komunitas perempuan dampingan MaTA di Aceh Besar dan Aceh Tamiang, permohonan informasi ke bebeberapa Badan Publik berakhir di sidang sengketa informasi publik di Komisi Informasi Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak “pekerjaan rumah” yang mesti dilakukan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, dorongan yang kuat dari komunitas masyarakat termasuk kelompok perempuan mutlak diperlukan. Fakta dilapangan menunjukkan, akses informasi yang lebih massif dilakukan oleh masyarakat lebih cepat mendorong perubahan untuk keterbukaan informasi publik daripada melakukan asistensi kepada pejabat pemerintah. Dengan pola seperti ini, pemerintah “dipaksa” lebih siap untuk memenuhi tuntuan masyarakat. Dorong Transparansi Informasi melalui Akses Informasi

-----

Tulisan ini bagian dari Term of Reference (ToR) yang disiapkan oleh Tim MaTA untuk penyelenggaraan training Tata Cara Akses Informasi Publik untuk 25 perwakilan kelompok perempuan dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat dan Nagan Raya pada Maret 2017